5 Punggawa Yang Terlampau Cantik Untuk Timnya Sekarang Ini

Sepakbola adalah olahraga tim, 11 pemain berkolaborasi sepanjang 90 menit demi mendapatkan juara. Walaupun demikian di sejumlah kejadian ada 1 pemain yang begitu dominan di dari rekan setimnya yang lain.
Sejumlah pemain dengan talenta yang besar kadang kecurian daya tariknya sebab klubnya sudah di strata di bawahnya dan sebagaimana kata pepatah, satu tangan tak dapat untuk bertepuk tangan. Berikut ini 5 punggawa di liga papan atas Eropa yang terlampau cantik bagi klubnya sekarang ini. Dan inilah sejumlah nama yang patut untuk anda perhatikan yang berhasil dihimpun redaksi dari berbagai sumber terutama dariĀ http://masteragen.me/ melalui halaman berita bola terbarunya:

Naby Keita

Keita adalah midfielder box-to-box canggih. Punggawa berdarah Guinea ini mempunyai atribut luar biasa jadi midfielder box-to-box, mengontrol penguasaan bola, skill passing, menggelontorkan bola ke depan, dribble dan mempunyai keahlian untuk bertahan. Musim lalu pemain berusia 22 tahun ini menghasilkan 8 gol dan 7 assist di Bundesliga, namun tetap dirinya begitu jauh dari kata trofi bersama dengan RB Salzburg. Nampaknya memang inilah waktu yang pas buat Keita untuk beralih ke kesebelasan yang lebih prestisius.

Virgil van Dijk

Van Dijk raksasa, dia sungguh-sungguh tinggi dan dari sisi fisik dia mendukung. Jadi bek tengah dirinya merupakan mimpi buruk penyerang. Dia begitu tangguh duel di udara dan keahliannya melihat pergerakan lawannya begitu efektif demi intercept. Dia pun pandai memasukkan bola di area penjagaan. Kadang saat klubnya sangat mendominasi dia gemar berlaga fungsi play-maker dan pandangannya menyengat ditambah dengan assist panjang akurat. Ringkasnya, dia merupakan bek tengah canggih yang pastinya gampang tergabung dengan system apapun. Ternyata, semenjak 2015 dia belum sempat mengangkat piala apa-apa.

Jean Michael Seri

Seri jauh melalui atensi khusus selama bertahun-tahun dan dia telah berumur 26 tahun, namun belum memenangi piala apa-apa di karier sepakbolanya. Pada dasarnya dirinya midfielder bertahan, namun dapat berlaga di semua posisi garis tengah. Seri paling pas jadi play-maker atau di Italia mereka menjulukinya regista. Punggawa Pantai Gading ini mempunyai keahlian luar biasa: passing, dribbling, mempertahankan bola dan menguji penjaga gawang melalui jarak jauh.
Dia midfielder yang subur, mencetak 7 gol dan 9 assist demi Nice di Ligue 1 musim yg lalu. Berdasarkan berita Sport Barca tetap berminat kepadanya dan jika dia gabung bersama Barca nampaknya akan jadi pengganti Xavi Hernandez.

Radja Nainggolan

Midfielder tengah super lengkap dan salah satu punggawa box-to-box paling baik di dunia sekian tahun belakangan. Tetapi, Nainggolan tidak pernah memenangi gelar apa-apa di karier profesionalnya yang sangat dekat ialah ketika Roma sebagai runner-up Serie A di musim lalu. Dia sungguh-sungguh melaksanakan semuanya perkara midfielder diawali dari passing sampai tackling, menghalau bola saat klubnya tengah dimanage dan yang sangat tidak kurang vitalnya agresi baik menghasilkan kesempatan atau menghasilkan gol. Nainggolan menghasilkan 11 gol dan 5 assist di Serie A pada musim lalu, namun dia tidak mendapatkan trofi apa-apa. Yang berminat kepadanya klub besar Eropa antara lain Real Madrid, Chelsea, MU , Bayern Munich, semuanya ditolak dan dia memperlihatkan loyalitasnya kepada Roma. Saat ini dia telah berumur 29 tahun, tidak banyak lagi masa untuknya supaya dapat memperoleh trofi dan inilah waktu yang pas menurutnya untuk mendapatkan berpetualang baru. Jika dia berencana hengkang dari Roma, kesebelasan Eropa tentu berebut.

Alexis Sanchez

Tak bermaksud mengecilkan Arsenal, Alexis Sanchez merupakan pemain yang semestinya meramaikan perlombaan paling tinggi, Liga Champions. Sanchez salah satu punggawa paling baik mancanegara dan termasuk sederetan utama di rangkingnya. Di musim 2016-2017 dirinya menyumbangkan rekor paling baik didalam karier sepakbolanya, menghasilkan 24 gol dan 10 assist pada Premier League. Itu merupakan musim yang sangat mengesankan untuknya.
Dia sepertinya bukanlah zero penghargaan di Arsenal, namun dengan performa terbaiknya yang sebanyak itu FA Cup tidak lah pas untuknya. Musim lalu Arsenal dibantai Bayern terpaut 10-2 di Liga Champions, persaingan yang didampakan Sanchez semenjak lama. Saat ini Arsenal keluar dari Liga Champaions dan status Sanchez tidak dapat dijamin sebab masa kerjanya bersisa 1 tahun lagi.